Rabu, 26 Februari 2014

sediiij



KATA HATI TAK SELAMANYA BENAR

        Saat sekolah mempertemukan kita saat itu juga aku mulai dekat dengan sesosok laki-laki yang begitu tampan dan terkenal sangat cuek itu, entah mulai dari mana kami begitu dekat yang pasti kami selalu bersama kemana pun, baik beranngkat sekolah ataupun pulang sekolah. Banyak teman-teman sekolah yang mengira kami berdua adalah pasangan kekasih,tetapi kenyataan nya tidak.
Setiap malam aku rutin mengirimkan pesan singkat yang begitu mengesankan untuk seorang lelaki,tapi tidak untuk dia, dia hanya menganggap perhatianku adalah candaan yang begitu lucu..dia selalu berkata seperti itu,SEDIH??? Yah,sedihlah yang kurasakan saat itu...
Entah apa yang hatiku rasakan pada saat aku bersamanya,tapi aku begitu bahagia bersamanya. Saat itu aku masih tidak tahu apa-apa tentang cinta dan memendam semua tentang perasaanku terhadapnya. Setiap hari kami selalu tertawa bahagia,tetapi semua nya berubah ketika ada seorang murid baru yang begitu mumbuat dia tertarik sampai-sampai dia melupakan aku,kini semua nya berubah,aku kini sendiri tak ada sesosok IRWAN  yang selalu menemaniku,ketika di sekolah pun kini dia tidak pernah menyapaku ataupun tersenyum padaku,dia seakan tak pernah menginalku,. Tuhan .... begitu pedih hatiku ini,begitu sakit yang ku rasakan,. Diam-diam aku menangis di pojok kelas IXA. Banyak teman-teman kelasku yang begitu memperhatikanku dan mengkhawatirkanku,tapi aku tetap ingin irwan kembali seperti dulu,. Tak lama kemudian datang seorang perempuan yang tak lain itu adalah sahabatku yang dekat denganku, dia langsung memelukku dan berkata bahwa “semuanya sudah takdir tuhan untukmu agar kamu tidak selalu menggantung hidupmu kepada irwan”,dengan sekejap tangisanku berhenti seakan sadar bahwa selama ini aku selalu bergantung pada sesosok irwan yang tak pernah mengerti hatiku.
          Semenjak kejadian itu aku sudah tidak pernah lagi menangisi irwan,aku sadar aku juga berhak bahagia seperti teman-teman ku yang lain, CINTA?? Cintapun ikut pergi seiringnya waktu... kini hari kelulusanku telah tiba,aku begitu senang karna aku tak akan pernah bertemu lagi dengan sesosok laki-laki yang membuatku jengkel ketika melihatnya, benci? Iyah kini akupun benci padanya tak pernah mau melihatnya bahkan bersamanya,tapi aku tetap menyayanginya,sayang karna dia pernah menjadi seseorang yang begitu berharga bagiku.
          Ketika acara perpisahan dimulai, aku melihat sesosok laki-laki yang sedang menunduk dan menangis,aku pun menghampirinya dan tak di sangka itu adalah irwan,aku begitu terkejut melihatnya. kenapa dia bisa menangis?,karna sebelumnya aku tidak pernah melihat sesosok irwan menangis seperti ini. Aku ingin pergi meninggalkan dia sendiri tapi aku tidak tega melihat wajah nya yang begitu pucat, aku mulai bertanya kepadanya,”kenapa kamu?wajahmu begitu pucat,lebih baik kamu di ruang UKS saja”. “dia tidak pernah mencintaiku!!!” jawab nya.”dia?dia siapa? dewi?udah lah ngapain di tangisi gak ada guna nya”.tegurku,. saat itu aku tidak tahu apa yang ku rasakan,tapi sungguh perasaan cintaku sudah hilang kata “HERE I’M THAT LOVE”  kini sudah tidak bermakna lagi bagiku. Aku pun meninggalkan irwan sendiri dan belajar tak perduli lagi dengan nya..
          Sampai saat ini aku tak pernah mengungkapkan perasaanku pada irwan waktu dulu,mendengar kabarnya aku tidak pernah,bahkan bertemupun aku tidak pernah. Kini aku bahagia dengan hidupku dengan seorang lelaki yang begitu mencintaiku dan menyayangiku,dia adalah kakak kelasku sendiri yang bernama Yudha. Hubunganku dengannya sudah begitu lama dari aku kelas X sampai kini ku kelas XII. Orang tua kamipun sudah tahu hubungan kami dan sepertinya menyutujuinya. Tapi kami tidak mau menikah muda seperti teman-teman ku,aku ingin melanjutkan sekolah ku,dan kuliah di universitas yang aku inginkan yaitu di UGM,aku di sana ingin mengambil jurusan hukum,entah kenapa aku sejak kecil aku terterik pada hukum, dan mengapa aku ingin kuliah di UGM?,karna Yudha pun kuliah di sana. Jika ALLAH menghendaki aku ingin selalu bersamanya sampai ajal menjemput kami. Waktu dulu memang aku fikir aku akan bahagia bersama irwan,tapi nyatanya tidak,aku lebih bahagia bersama Yudha,, memang kata hati tak selamanya benar.