KATA HATI TAK SELAMANYA BENAR
Saat
sekolah mempertemukan kita saat itu juga aku mulai dekat dengan sesosok
laki-laki yang begitu tampan dan terkenal sangat cuek itu, entah mulai dari
mana kami begitu dekat yang pasti kami selalu bersama kemana pun, baik
beranngkat sekolah ataupun pulang sekolah. Banyak teman-teman sekolah yang mengira
kami berdua adalah pasangan kekasih,tetapi kenyataan nya tidak.
Setiap malam aku
rutin mengirimkan pesan singkat yang begitu mengesankan untuk seorang
lelaki,tapi tidak untuk dia, dia hanya menganggap perhatianku adalah candaan
yang begitu lucu..dia selalu berkata seperti itu,SEDIH??? Yah,sedihlah yang
kurasakan saat itu...
Entah apa yang hatiku rasakan pada saat aku
bersamanya,tapi aku begitu bahagia bersamanya. Saat itu aku masih tidak tahu
apa-apa tentang cinta dan memendam semua tentang perasaanku terhadapnya. Setiap
hari kami selalu tertawa bahagia,tetapi semua nya berubah ketika ada seorang
murid baru yang begitu mumbuat dia tertarik sampai-sampai dia melupakan
aku,kini semua nya berubah,aku kini sendiri tak ada sesosok IRWAN yang selalu menemaniku,ketika di sekolah pun
kini dia tidak pernah menyapaku ataupun tersenyum padaku,dia seakan tak pernah
menginalku,. Tuhan .... begitu pedih hatiku ini,begitu sakit yang ku rasakan,.
Diam-diam aku menangis di pojok kelas IXA. Banyak teman-teman kelasku yang begitu
memperhatikanku dan mengkhawatirkanku,tapi aku tetap ingin irwan kembali
seperti dulu,. Tak lama kemudian datang seorang perempuan yang tak lain itu
adalah sahabatku yang dekat denganku, dia langsung memelukku dan berkata bahwa “semuanya
sudah takdir tuhan untukmu agar kamu tidak selalu menggantung hidupmu kepada
irwan”,dengan sekejap tangisanku berhenti seakan sadar bahwa selama ini aku
selalu bergantung pada sesosok irwan yang tak pernah mengerti hatiku.
Semenjak
kejadian itu aku sudah tidak pernah lagi menangisi irwan,aku sadar aku juga
berhak bahagia seperti teman-teman ku yang lain, CINTA?? Cintapun ikut pergi
seiringnya waktu... kini hari kelulusanku telah tiba,aku begitu senang karna
aku tak akan pernah bertemu lagi dengan sesosok laki-laki yang membuatku
jengkel ketika melihatnya, benci? Iyah kini akupun benci padanya tak pernah mau
melihatnya bahkan bersamanya,tapi aku tetap menyayanginya,sayang karna dia
pernah menjadi seseorang yang begitu berharga bagiku.
Ketika
acara perpisahan dimulai, aku melihat sesosok laki-laki yang sedang menunduk
dan menangis,aku pun menghampirinya dan tak di sangka itu adalah irwan,aku
begitu terkejut melihatnya. kenapa dia bisa menangis?,karna sebelumnya aku
tidak pernah melihat sesosok irwan menangis seperti ini. Aku ingin pergi
meninggalkan dia sendiri tapi aku tidak tega melihat wajah nya yang begitu
pucat, aku mulai bertanya kepadanya,”kenapa kamu?wajahmu begitu pucat,lebih
baik kamu di ruang UKS saja”. “dia tidak pernah mencintaiku!!!” jawab
nya.”dia?dia siapa? dewi?udah lah ngapain di tangisi gak ada guna nya”.tegurku,.
saat itu aku tidak tahu apa yang ku rasakan,tapi sungguh perasaan cintaku sudah
hilang kata “HERE I’M THAT LOVE” kini
sudah tidak bermakna lagi bagiku. Aku pun meninggalkan irwan sendiri dan
belajar tak perduli lagi dengan nya..
Sampai
saat ini aku tak pernah mengungkapkan perasaanku pada irwan waktu
dulu,mendengar kabarnya aku tidak pernah,bahkan bertemupun aku tidak pernah.
Kini aku bahagia dengan hidupku dengan seorang lelaki yang begitu mencintaiku
dan menyayangiku,dia adalah kakak kelasku sendiri yang bernama Yudha.
Hubunganku dengannya sudah begitu lama dari aku kelas X sampai kini ku kelas
XII. Orang tua kamipun sudah tahu hubungan kami dan sepertinya menyutujuinya.
Tapi kami tidak mau menikah muda seperti teman-teman ku,aku ingin melanjutkan sekolah
ku,dan kuliah di universitas yang aku inginkan yaitu di UGM,aku di sana ingin
mengambil jurusan hukum,entah kenapa aku sejak kecil aku terterik pada hukum,
dan mengapa aku ingin kuliah di UGM?,karna Yudha pun kuliah di sana. Jika ALLAH
menghendaki aku ingin selalu bersamanya sampai ajal menjemput kami. Waktu dulu
memang aku fikir aku akan bahagia bersama irwan,tapi nyatanya tidak,aku lebih
bahagia bersama Yudha,, memang kata hati tak selamanya benar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar